Pengalihan aset antar pemegang saham, hibah, atau waris kerap hanya dilihat dari sisi akta. Padahal setiap bentuk pengalihan punya konsekuensi pajak yang berbeda.
Akta pengalihan yang ditandatangani di hadapan notaris adalah puncak gunung es. Di bawahnya mengalir berbagai kewajiban: PPh final pengalihan hak tanah/bangunan, BPHTB, hingga pajak atas keuntungan pengalihan di sisi pengalih.
Struktur pengalihan sangat menentukan. Hibah kepada keluarga, pengalihan karena waris, setoran modal berupa aset, hingga pengalihan untuk penggabungan usaha memiliki perlakuan dan fasilitasnya masing-masing. Memilih struktur yang salah berarti membayar lebih atau menerima sanksi.
Karena aspek ini menyilangkan hukum perdata, kenotariatan, dan pajak, pendampingan utuh adalah cara paling efisien. Satu pembicaraan sejak tahap akta dapat menghemat jutaan rupiah dan menyelamatkan Anda dari sengketa.
Sebelum menandatangani akta pengalihan, diskusikan struktur dan konsekuensi pajaknya lebih dulu.
